Bagaimana Menentukan Ukuran Posisi yang Tepat dalam Trading?

Share this:

Posisi Tepat Untuk Trading

Mengapa Ukuran Posisi Penting?

Menentukan Risiko Per Perdagangan

Menentukan Stop Loss

Menghitung Ukuran Posisi

Menggunakan Leverage dengan Bijak

Menggunakan Kalkulator Ukuran Posisi

Menyesuaikan dengan Volatilitas Pasar

Contoh Perhitungan Ukuran Posisi

Menyesuaikan dengan Jenis Aset

Kesalahan yang Harus Dihindari

Kesimpulan

Menentukan ukuran posisi yang tepat adalah salah satu faktor paling krusial dalam keberhasilan trading. Kesalahan dalam menentukan ukuran posisi dapat menyebabkan risiko yang berlebihan dan bahkan menguras akun trading dalam waktu singkat. Oleh karena itu, setiap trader perlu memahami bagaimana cara menentukan ukuran posisi yang sesuai dengan strategi dan toleransi risiko mereka. Artikel ini akan membahas langkah-langkah menentukan ukuran posisi yang tepat dalam trading, baik di pasar forex, saham, maupun aset lainnya.

Baca Juga :

Strategi Trading untuk Pasar yang Tidak Stabil

Mengapa Ukuran Posisi Penting?

Ukuran posisi yang tepat membantu trader mengelola risiko dan memastikan bahwa mereka tidak mengambil eksposur yang terlalu besar atau terlalu kecil dalam suatu perdagangan. Jika ukuran posisi terlalu besar, maka satu kerugian besar bisa menghapus sebagian besar modal. Sebaliknya, jika ukuran posisi terlalu kecil, keuntungan yang diperoleh bisa tidak signifikan.

Keuntungan utama dari menentukan ukuran posisi yang tepat meliputi:

  • Menghindari risiko kehilangan seluruh modal.
  • Menjaga konsistensi dalam strategi trading.
  • Meningkatkan peluang profitabilitas jangka panjang.

Menentukan Risiko Per Perdagangan

Langkah pertama dalam menentukan ukuran posisi yang tepat adalah menentukan jumlah risiko yang bisa ditoleransi dalam setiap perdagangan. Biasanya, trader profesional merekomendasikan untuk tidak merisikokan lebih dari 1-2% dari total modal dalam satu perdagangan.

Misalnya, jika modal awal Anda adalah $10.000 dan Anda memutuskan untuk merisikokan 2% per perdagangan, maka jumlah maksimum yang bisa Anda risikokan adalah:

$10.000 × 2% = $200

Angka ini akan menjadi dasar dalam menentukan ukuran posisi yang ideal.

Menentukan Stop Loss

Setelah mengetahui jumlah risiko yang bisa ditoleransi, langkah selanjutnya adalah menentukan stop loss. Stop loss adalah level harga di mana Anda akan keluar dari perdagangan jika pasar bergerak berlawanan dengan posisi Anda.

Misalnya, Anda melakukan analisis dan menentukan bahwa stop loss sebaiknya ditempatkan 50 pips dari harga masuk dalam perdagangan forex.

Menghitung Ukuran Posisi

Ukuran posisi dapat dihitung dengan menggunakan rumus berikut:

UkuranPosisi=RisikoperPerdaganganJarakStopLossUkuran Posisi = \frac{Risiko per Perdagangan}{Jarak Stop Loss}

Misalnya, jika Anda merisikokan $200 dan stop loss adalah 50 pips, maka ukuran posisi dalam lot standar untuk forex dapat dihitung sebagai berikut:

UkuranPosisi=20050=4 lotUkuran Posisi = \frac{200}{50} = 4 \, lot

Namun, karena dalam forex setiap pip memiliki nilai tertentu berdasarkan pasangan mata uang dan ukuran lot yang digunakan, penting untuk menyesuaikan perhitungan dengan nilai pip yang sesuai.

Menggunakan Leverage dengan Bijak

Leverage memungkinkan trader untuk mengontrol posisi yang lebih besar dibandingkan dengan modal yang tersedia. Namun, penggunaan leverage yang berlebihan bisa berbahaya karena memperbesar potensi keuntungan sekaligus meningkatkan risiko kerugian.

Misalnya, jika broker menyediakan leverage 1:100, maka dengan modal $1.000, trader bisa mengontrol posisi senilai $100.000. Meskipun ini bisa menguntungkan, leverage yang tinggi juga bisa menyebabkan margin call jika pasar bergerak melawan posisi trader.

Menggunakan Kalkulator Ukuran Posisi

Untuk mempermudah proses perhitungan, banyak trader menggunakan kalkulator ukuran posisi yang tersedia secara online. Kalkulator ini biasanya meminta input berikut:

  • Modal akun
  • Persentase risiko per perdagangan
  • Jarak stop loss dalam pips
  • Nilai pip berdasarkan pasangan mata uang atau aset yang diperdagangkan

Dengan menggunakan alat ini, trader dapat dengan cepat menentukan ukuran posisi yang optimal tanpa perlu melakukan perhitungan manual.

Menyesuaikan dengan Volatilitas Pasar

Pasar yang lebih volatil memerlukan stop loss yang lebih lebar, sehingga ukuran posisi mungkin perlu dikurangi untuk menjaga risiko tetap dalam batas yang aman. Salah satu cara untuk mengukur volatilitas adalah dengan menggunakan indikator Average True Range (ATR).

Jika ATR menunjukkan bahwa pasar sedang sangat volatil, trader dapat menyesuaikan ukuran posisi mereka untuk menghindari stop loss yang terlalu ketat dan menjaga keseimbangan risiko.

Contoh Perhitungan Ukuran Posisi

Mari kita lihat contoh praktis dalam forex:

  • Modal akun: $5.000
  • Risiko per perdagangan: 2% ($100)
  • Stop loss: 30 pips
  • Nilai pip: $10 per lot standar

Maka ukuran posisi dihitung sebagai berikut:

UkuranPosisi=10030×10=100300=0.33 lotUkuran Posisi = \frac{100}{30 × 10} = \frac{100}{300} = 0.33 \, lot

Dalam hal ini, trader harus membuka posisi sebesar 0.33 lot standar untuk mempertahankan risiko 2% per perdagangan.

Menyesuaikan dengan Jenis Aset

Ukuran posisi dapat bervariasi tergantung pada jenis aset yang diperdagangkan:

  • Forex: Ukuran posisi dihitung berdasarkan pips dan nilai pip.
  • Saham: Ukuran posisi dihitung berdasarkan harga saham dan jumlah saham yang dapat dibeli sesuai dengan risiko yang telah ditentukan.
  • Kripto: Volatilitas tinggi pada kripto memerlukan pendekatan konservatif dalam menentukan ukuran posisi.

Kesalahan yang Harus Dihindari

Beberapa kesalahan umum yang sering dilakukan trader dalam menentukan ukuran posisi meliputi:

  • Tidak memiliki batas risiko yang jelas.
  • Menggunakan ukuran posisi terlalu besar tanpa mempertimbangkan volatilitas.
  • Tidak menetapkan stop loss.
  • Meningkatkan ukuran posisi secara impulsif setelah mengalami kerugian.

Baca Juga :

Bagaimana Mengatur Waktu Trading Anda untuk Hasil Maksimal?

Kesimpulan

Menentukan ukuran posisi yang tepat dalam trading adalah kunci untuk mengelola risiko dan meningkatkan profitabilitas jangka panjang. Dengan mengikuti prinsip-prinsip seperti menentukan risiko per perdagangan, menetapkan stop loss, menggunakan leverage dengan bijak, dan menyesuaikan ukuran posisi berdasarkan volatilitas pasar, trader dapat meningkatkan peluang sukses mereka. Selalu gunakan pendekatan yang disiplin dan jangan pernah mengambil risiko lebih dari yang bisa Anda tanggung. Dengan strategi manajemen risiko yang baik, trading bisa menjadi aktivitas yang lebih terkendali dan menguntungkan dalam jangka panjang.

Tunggu apalagi, ayo bergabunglah sekarang bersama kami PT. Pelatihan Profit Internasional hubungi:

Syarat dan ketentuan berlaku

Jika anda menyukai informasi dari artikel ini dan mau tahu informasi seputar edukasi trading lainnya? Kami siap  memberikan edukasi yang sangat informatif. Mau tahu caranya ?

Temukan kami di Channel Sosial Media lainnya:

link:

Dapatkan informasi seputar edukasi trading gratis lainnya dengan cara klik link di atas:

  • Untuk konsultasi online gratis
  • Untuk berlangganan Signal Forex, Signal Commodity dan Signal Saham
  • Registrasi dan jadwal edukasi rutin
  • Whatsapp 0817-7234-5888
  • Hunting 021-5964-5999 / 021-5964-5888

Jika anda tetap mau menerima update dari kami mengenai promosi, jadwal edukasi dan berita penting lain, klik link Telegram ini https://t.me/NewsUpdatePPI dan untuk Anda yang ingin belajar seputar trading bisa ikuti saluran Whatsapp Belajar Trading PPI. Disini kami memberikan INFORMASI SEPUTAR TRADING LENGKAP GRATIS SETIAP HARI LHO!

Loading

Share this:
Translate »
Scroll to Top